Dinamika Litosfer

 

Pengertian Litosfer dan Batuan Penyusunnya


Pengertian


Litosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu Lithos (batuan) dan Sphere (lapisan). Jadi, litosfer adalah lapisan batuan yang menyelimuti bumi (kulit bumi). 


Litosfer terdiri dari 2 bagian:

1. Lapisan Sial (silikon dan aluminium)

Lapisan yang terdiri dari batuan sedimen, granit, andesit, dan jenis-jenis batuan metamorf. Lapisan ini bersifat padat dan kaku, sehingga disebut juga lapisan kerak bumi, dengan ketebalan rata-rata 35 km.

Ada 2 bagian kerak bumi, antara lain:

  • Kerak benua, adalah benda padat yang bagian atasnya terdiri dari batuan granit dan bawahnya batuan basalt. 
  • Kerak Samudra, adalah benda padat yang bagian atasnya terdiri dari endapan laut di bawahnya batuan vulkanik dan yang paling bawah batuan gabro dan peridoit.


2. Lapisan Sima (silikon dan magnesium)

Lapisan yang berat jenisnya lebih besar daripada lapisan sial karena mengandung mineral ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan ini bersifat elastis, dengan ketebalan rata-rata 65 km.


Batuan Pembentuk Litosfer


1. Batuan Beku (igneous Rock)

Batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat. Dahulu, bumi berupa massa cair yang dinamakan magma. Kemudian membeku menjadi lapisan kerak bumi, sebagian batuan tersebut adalah batuan beku. 

Batuan beku ada 3 macam:

  • Batuan Beku Dalam (Plutonik/Abisik) Batuan dari pembentukan magma yang masih berada jauh di dalam kulit bumi. Contohnya granit, diotit, dan gabbro
  • Batuan Beku Gang/Korok              Batuan dari magma yang membeku di lorong antara sarang magma dan permukaan bumi. Magma yang meresap akan membeku secara cepat sehingga kristal yang terbentuk tidak sama besar.
  • Batuan Beku Luar/Lelehan            Batuan yang terjadi dari magma yang membeku setelah di permukaan bumi. Contohnya basalt, diorit, andesit, obsidin, scoria, dan bumice, atau batu apung.


2. Batuan Sedimen (Sedimentary Rock)

Batuan bumi di permukaan bumi yang mengalami pelapukan. Bagian yang lepas diangkut oleh aliran air, angin, atau cairan gletser, lalu mengendap. 
 
Batuan sedimen berdasarkan proses pembentukannya ada 3 macam:

  • Batuan sedimen klastik                  Batuan asal yang hancur secara mekanis dari ukuran besar menjadi kecil kemudian mengendap menjadi batuan endapan. Contohnya pasir dan batu lempung (shale).
  • Batuan sedimen kimiawi                Batuan yang terjadi karena penguapan, pelarutan, dehidrasi, dan sebagainya. Contoh batuan sedimen kapur yaitu stalaktit dan stalagmit yang di gua-gua kapur.
  • Batuan sedimen organik                Batuan yang selama proses pengendapan mendapat bantuan dari organisme. Contohnya sisa-sisa rumah atau bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut seperti karang dan terumbu karang. 

3. Batuan Malihan 

Batuan yang terbentuk karena penambahan suhu dan tekanan yang terjadi secara bersamaan pada batuan sedimen. Contohnya marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara.

Comments